PEMBIAYAAN

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

“ PEMBIAYAAN “

OLEH :

  • ADE RIVANY          ( 42209396)
  • RATNA JUWITA      ( 44209415)
  • RAIDAH K PUTRI   (45209091)
  • TRI YULIANTI         (41209275)

UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS EKONOMI

2011

PEMBIAYAAN

BIAYA

Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang. Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal.

Biaya akuntansi dan biaya kesempatan

Dalam akuntansi, yang dimaksud dengan biaya adalah aliran sumberdaya yang dihitung dalam satuan moneter yang dikeluarkan untuk membeli atau membayar persediaan, jasa,tenaga kerja, produk,peralatan, dan barang lainnya yang digunakan untuk keperluan bisnis atau kepentingan lainnya. Sementara biaya kesempatan merujuk pada setiap alternatif yang dikorbankan untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih bernilai. Misalnya, seorang guru dibayar sebesar Rp. 500.000 per bulan. Jika kemudian ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan mencoba berwirausaha, maka ia akan kehilangan pekerjaannya sebagai guru dan mengorbankan kesempatan mendapatkan gaji Rp. 500.000. Dapat disimpulkan bahwa—bagi guru itu—biaya kesempatan untuk menjadi wirausahawan adalah Rp. 500.000 per bulan.

Tugas akuntan adalah mencatat aliran uang yang keluar masuk dan keluar dari organisasi. karenanya, seorang akuntan—berbeda dengan ekonom—tidak menghitung biaya kesempatan karena pada kenyataannya tidak ada sepersenpun uang yang keluar dari pengorbanan itu, yang hilang hanya kesempatan.

Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber dana yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai.

Definisi

Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya menurut beberapa pakar

  • Menurut Schaum

Akuntansi biaya adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari Akuntansi Biaya: Melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.

  • Menurut Carter dan Usry

Akuntansi biaya adalah penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.

Objek biaya (cost object) atau tujuan biaya (cost objective) adalah sebagai suatu item atau aktivitas yang biayanya diakumulasi dan diukur. Berikut adalah aktivitas atau item-item yang dapat menjadi objek biaya:

  • Produk, Proses
  • Batch dari unit-unit sejenis , Departemen
  • Pesanan pelanggan, Divisi
  • Kontrak, Proyek
  • Lini produk, Tujuan strategis

Ada tiga pendekatan yang biasa dilakukan untuk akuntansi biaya, yaitu biaya standar (standard costing), biaya berdasarkan kegiatan (activity-based costing), dan biaya berdasarkan hasil (throughput accounting).

Revolusi dalam akuntansi biaya

akuntansi biaya telah mengalami perubahan yang dramatis, dimana perkembangan sistem komputer hampir menghapuskan pembukuan secara manual. Akuntansi biaya kini telah menjadi kebutuhan nyata dalam semua organisasi termasuk bank organisasi profesional, serta lembaga pemerintah. Dewasa ini telah banyak perusahaan yang memasang metode pabrikasi produk,perdagangan produk, atau pemberian jasadengan bantuan komputer. Adanya teknologi ini telah sangat memberikan dampak terhadap akuntansi biaya.

Pengajaran dalam akuntansi biaya

Banyak bahan pelajaran yang diajarkan dalam akuntansi biaya, dimana kesemuanya selalu berkaitan dengan biaya-biaya yang mungkin timbul dalam proses produksi. Pembelajaran yang dilakukan dalam akuntansi biaya antara lain mengenai penentuan harga pokok produk: bersama dan sampingan, harga pokok proses, pembiayaan: biaya variabel dan biaya tetap, biaya overhead pabrik, departementalasi biaya overhead, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja: langsung dan tidak langsung, pengendalian biaya, serta analisis biaya pemasaran.

Manfaat akuntansi biaya

Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat bagi manajemen untuk memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Manfaat biaya adalah menyediakan salah satu informasi  yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaannya, yaitu untuk perencanaan dan pengendalian laba; penentuan harga pokok produk dan jasa; serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen

Keterbatasan dalam sistem akuntansi biaya

Dalam akuntansi biaya juga terdapat beberapa kekurangan yang menyertainya, terutama dalam sistem akuntansi biaya yang telah ketinggalan zaman. Gejala-gejala dari sistem biaya yang ketinggalan zaman diantaranya ialah hasil dari penawaran sulit dijelaskan, harga pesaing nampak lebih rendah sehingga kelihatan tidak masuk akal, produk- produk yang sulit diproduksi menunjukkan laba yang tinggi, manajer operasional berkeinginan menghentikan produk-produk yang kelihatan menguntungkan, marjin laba sulit dijelaskan, pelanggan tidak mengeluh atas biaya naiknya harga, departement akuntansi menghabiskan banyak waktu hanya untuk memberi data biaya bagi proyek khusus, dan biaya produk berubah karena adanya perubahan peraturan pelaporan.

PEMBIAYAAN

Sedangkan Pembiayaan dilakukan apabila ada pertukaran antara pembeli dan penjual. Pembiayaan ada bermacam-macam. Salah satunya adalah pembiayaan konsumen. Pembiayaan konsumen adalah kegiatan pembiayaan  untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan pembayaran secara angsuran. Yang dimaksud dengan konsumen disini adalah setiap orang pemakai barang  dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali (jawa: kulakan), maka dia disebut pengeceratau distributor. Pembiayaan konsumen termasuk ke dalam jasa keuangan dan dapat dilakukan baik oleh bank ataupun lembaga keuangan non-bank dalam bentuk perusahaan pembiayan Sedangkan jasa keuangan adalah suatu istilah yang digunakan untuk merujukjasa yang disediakan oleh industri keuangan . Jasa keuangan juga digunakan untuk merujuk pada organisasi yang menangani pengelolaan dana. bank, bank investasi, perusahaan asuransi, perusahaan kartu kredit, perusahaan pembiayaan konsumen  dan sekuritas adalah contoh-contoh perusahaan dalam industri ini yang menyediakan berbagai jasa yang terkait dengan uang dan investasi . Jasa keuangan adalah industri dengan pendapatan terbesar di dunia; pada tahun 2004, industri ini mewakili 20% kapitalisasi  dari S&P 500. Dalam Ilmu ekonomi,  jasa atau layanan adalah aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan . Banyak ahli yang mendefinisikan “jasa” diantaranya adalah :

Phillip Kotler Adalah setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk fisik.

Adrian Payne Adalah aktivitas ekonomi yang mempunyai sejumlah elemen (nilai atau rnanfaat) intangibel yang berkaitan dengannya, yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen  atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Perubahan daiam kondisi bisa saja muncul dan produksi suatu jasa bisa memiliki atau bisa juga tidak mempunyai kaitan dengan produk fisik.

Christian Gronross Adalah proses yang terdiri atas serangkaian aktivitas intangible yang biasanya (namun tidak harus selalu) terjadi pada interaksi antara pelanggan dan karyawanjasa dan atau sumber daya fisik atau barang dan atau sistem penyedia jasa, yang disediakan sebagai solusi atas masalah pelanggan”. Interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan kerapkali terjadi dalam jasa, sekalipun pihak-pihak yang terlibat mungkin tidak menyadarinya. Selain itu, dimungkinkan ada situasi di mana pelanggan sebagai individutidak berinteraksi langsung dengan perusahaan jasa.

Karakteristik Jasa

Seringkali dikatakan bahwa jasa memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari barang atau produk –produk manufaktur. Empat karakteristik yang paling sering dijumpai dalam jasa dan pembeda dari barang pada umumnya adalah (Payne, 2001:9):

1.Tidak berwujud

Jasa bersifat abstrak  dan tidak berwujud, berarti jasa tidak dapat dilihat, dirasakan, dicicipi atau disentuh seperti yang dapat dirasakan dari suatu barang.

2.Heteregonitas

Jasa merupakan variabel non – standar dan sangat bervariasi. Artinya, karena jasa itu berupa suatu unjuk kerja, maka tidak ada hasil jasa yang sama walaupun dikerjakan oleh satu orang. Hal ini dikarenakan oleh interaksi manusia (karyawan dan konsumen) dengan segala perbedaan harapan dan persepsi yang menyertai interaksi tersebut.

3.Tidak dapat dipisahkan

Jasa umumnya dihasilkan dan dikonsumsi pada saat yang bersamaan, dengan partisipasi konsumen dalam proses tersebut. Berarti, konsumen harus berada di tempat jasa yang dimintanya, sehingga konsumen melihat dan bahkan ikut ambil bagian dalam proses produksi tersebut.

4.Tidak tahan lama

Jasa tidak mungkin disimpan dalam persediaan. Artinya, jasa tidak bisa disimpan, dijual kembali kepada orang lain, atau dikembalikan kepada produsen  jasa dimana ia membeli jasa.

Contoh dari bisnis jasa yang perkembangannya cukup pesat adalah:

  1. Bisnis jasa: konsultan, keuangan,perbankan
  2. Perdagangan jasa: eceran, pemeliharaan dan perbaikan
  3. Jasa  infrastuktur: komunikasi, transport
  4. Jasa personal/sosial: restoran, perawatan kesehatan
  5. administrasi umum: pendidikan , pemerintah.

Dalam pembiayaan kita juga akan mendengar mengenai lembaga keuangan. Sebelum masuk ke lembaga keuangan mari kita lihat apa itu keuangan. Keuangan (bahasa inggris : finance) mempelajari bagaimana individu, bisnis, dan organisasi meningkatkan, mengalokasi, dan menggunakan sumber daya moneter sejalan dengan waktu, dan juga menghitung risiko dalam menjalankan proyek mereka. Istilah keuangan dapat berarti:

  • Ilmu keuangan dan asset lainnya
  • Manajemen asset tersebut
  • Menghitung dan mengatur risiko proyek

Sedangakan Lembaga keuangan dalam duniakeuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan  bagi nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah . Bentuk umum dari lembaga keuangan ini adalah termasuk perbankan , building society (sejenis koperasi di Inggris) , saham, aset manajemen, , dan bisnis serupa lainnya.

Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank (asuransi, pegadaian, perusahaan sekuritas, lembaga pembiayaan, dll).

Fungsi Lembaga keuangan ini menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik modal dan pasar utang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor kepada perusahaan  yang membutuhkan dana tersebut. Kehadiran lembaga keuangan inilah yang memfasilitasi arus peredaran uang dalam perekonomian , dimana uang dari individu investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan sehingga risiko dari para investor ini beralih pada lembaga keuangan yang kemudian menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pinjaman utang kepada yang membutuhkan. Ini adalah merupakan tujuan utama dari lembaga penyimpan dana untuk menghasilkan pendapatan. Contoh dari lembaga keuangan adalah bank. Disamping lembaga keuangan kita juga harus tahu mengenai lembaga pembiayaan.

Lembaga Pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat. Lembaga pembiayaan adalah badan usaha  yang didirikan secara khusus untuk melakukan kegiatan termasuk dalam bidang usaha lembaga pembiayaan.

a.        Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company)

b.       Perusahaan Modal Ventura (Ventura Capital Company)

c.        Perusahaan Perdagangan Surat Berharga (Securities Company)

d.       Perusahaan Anjak Piutang (Factoring Company)

e.        Kegiatan Perusahaan Kartu Kredit (Credit Card Company)

f.        Perusahaan Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance Company)

Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company)

Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara Finance Lease maupun Operating Lease untuk digunakan oleh Penyewa Guna Usaha selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.

Finance Lease adalah kegiatan Sewa Guna Usaha, dimana Penyewa Guna Usaha pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati bersama.

Operating Lease adalah kegiatan Sewa Guna Usaha dimana Penyewa Guna Usaha tidak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha.

Penyewa Guna Usaha (Lessee)

Penyewa Guna Usaha (Lessee) adalah perusahaan atau perorangan yang menggunakan barang modal dengan pembiayaan dari pihak Perusahaan Sewa Guna Usaha (Lessor)

Barang Modal

Yang dimaksud dengan barang modal adalah setiap aktiva tetap berwujud, termasuk tanah sepanjang di atas tanah tersebut melekat aktiva tetap berupa bangunan (plant), dan tanah serta aktiva yang dimaksud merupakan satu kesatuan pemilikan, yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun dan digunakan secara langsung untuk menghasilkan, atau meningkatkan, atau memperlancar produksi dan distribusi barang dan jasa oleh Lessee.

Kegiatan Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company)

Kegiatan Sewa Guna Usaha dilakukan dalam bentuk pengadaan barang modal bagi penyewa Penyewa Guna Usaha, baik dengan maupun tanpa hak opsi untuk membeli barang tersebut. Dalam kegiatannnya  sebagaimana dimaksud di atas, pengadaan barang modal dapat juga dilakukan dengan cara membeli barang milik Penyewa Guna Usaha yang kemudian disewa gunakan kembali. Sepanjang perjanjian sewa guna usaha masih berlaku, hak milik atas barang midal objek transaksi sewa guna usaha berada pada perusahaan sewa guna usaha.

Perusahaan Modal Ventura (Ventura Capital Company)

Perusahaan Modal Ventura (Ventura Capital Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal kedalam suatu Perusahaan Pasangan Usaha (Investee Company) untuk jangka waktu tertentu.

Perusahaan Pasangan Usaha adalah bentuk penyertaan modal dari Perusahaan Modal Ventura.

Kegiatan Perusahaan Modal Ventura (Ventura Capital Company)

Kegiatan Modal Ventura dilakukan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu Perusahaan Pasangan Usaha untuk :

  1. Pengembangan suatu penemuan baru
  2. Pengembangan perusahaan yang pada tahap awal usahanya mengalami kesulitan dana
  3. Membantu perusahaan yang berada pada tahap pengembangan
  4. Membantu perusahaan yang berada dalam tahap kemunduran usaha
  5. Pengembangan proyek penelitian dan rekayasa
  6. Pengembangan pelbagai penggunaan teknologi baru, dan alih teknologi baik dari dalam maupun luar negeri
  7. Membantu pengalihan pemilikan perusahaan

Penyertaan modal dalam setiap Perusahaan Pasangan Usaha bersifat sementara dan tidak boleh melebihi jangka waktu 10 (sepuluh) tahun.Divestasi adalah tindakan penarikan kembali penyertaan modal yang dilakukan oleh Perusahaan Modal Ventura dari Perusahaan Pasangan Usahanya.

Perusahaan Perdagangan Surat Berharga (Securities Company)

Perusahaan Perdagangan Surat Berharga (Securities Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan perdagangan surat berharga. Perusahaan ini malakukan kegitan sebagai perantara dalam perdagangan surat berharga.

Perusahaan Anjak Piutang (Factoring Company)

Perusahaan Anjak Piutang (Factoring Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri.

Penjual Piutang (Klien) adalah perusahaan yang menjual dan atau mengalihkan piutang atau tagihannya yang timbul dari transaksi perdagangan kepada Perusahaan Anjak Piutang.

Kegiatan Perusahaan Anjak Piutang (Factoring Company)

Kegiatan Anjak Piutang dilakukan dalam bentuk :

a.        Pembelian atau pengalihan piutang/tagihan jangka pendek dari suatu transaksi perdagangan dalam dan luar negeri.

b.       Penata usahaan penjualan kredit serta penagihan pitang perusahaan klien

Perusahaan Kartu Kridit (Credit Card Company)

Perusahaan Kartu Kridit (Credit Card Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk membeli barang dan jasa dengan menggunakan kartu kredit.

Pemegang Kartu Kredit adalah nasabah yang mendapat pembiayaan dari perusahaan kartu kredit.

Kegiatan Perusahaan Kartu Kredit (Credit Card Company)

Kegiatan kartu kredit dilakukan dalam bentuk penerbitan kartu kredit yang dapat dimanfaatkan oleh pemegangnya untuk pembayaran pengadaan barang dan jasa.

Perusahaan Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance Company)

Perusahaan Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan system pembayaran angsuran atau berkala oleh konsumen.

Kegiatan Perusahaan Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance Company)

Kegiatan pembiayaan konsumen dilakukan dalam bentuk penyedia dana bagi konsumen untuk pembelian barang yang pembayarannya dilakukan secara angsuran atau berkala oleh konsumen.

Pendirian dan Perizinan

Lembaga Pembiayaan dapat dilakukan oleh :

a.        Bank

b.       Lembaga Keuangan Bukan Bank

c.        Perusahaan Pembiayaan

Perusahaan Pembiayaan berbentuk Perseroat Terbatas (PT), saham Perusahaan Pembiayaan yang berbentuk PT dapat dimiliki oleh :

  1. Warga Negara Indonesia dan atau Badan Hukum Indonesia
  2. Badan Usaha Asing dan Warga Negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia (usaha Patungan).

Pembatasan Lembaga Pembiayaan

Perusahaan Pembiayaan dilarang menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk :

  1. Giro
  2. Deposito
  3. Tabungan
  4. Surat Sanggup Bayar (Promissory Nota)

Perusahaan Pembiayaan dapat menerbitkan Surat Sanggup Bayar hanya sebagai jaminan atas hutang kepada bank yang menjadi krediturnya.

Dalam pembiayaan kita menganal investasi dan modal kerja. Masing-masing pembiayaan punya kegunaan tersendiri bagi investasi maupun modal kerja. Pembiayaan yang tepat akan menghasilkan peningkatan usaha yang lebih sustainable , serta tidak membesar secara tiba-tiba yang dapat menimbulkan kesulitan dikemudian hari.

Secara garis besar, pembiayaan yang digunakan untuk meningkatkan usaha dibagi menjadi 2, yaitu: pinjaman untuk investasi dan pinjaman untuk modal kerja.

Investasi Modal Kerja
– Digunakan untuk membeli aktiva tetap, seperti mesin produksi, menambah bangunan gudang, menambah bangunan toko, membeli peralatan dan lain-lain, yang gunanya untuk meningkatkan kapasitas produksi usaha -Digunakan untuk pembelian persediaan atau stock barang dagangan, serta menggantikan modal yang tertanam pada piutang.
– Untuk menilai apakah rencana investasi layak, maka perlu dibuat worksheet dan proyeksi cash flow, berapa total project cost (TPC), sampai dengan pinjaman lunas (termasuk jika melakukan pembiayaan dengan pinjaman). Cash flow akan menggambarkan, perkembangan usaha setelah dilakukan investasi, berapa omzet penjualannya, berapa laba operasionalnya, sampai dapat diproyeksikan berapa perkiraan labanya. -Cara menilai berapa sebetulnya kebutuhan modal kerja yang wajar adalah: 

  • Hitung berapa perputaran persediaan, perputaran piutang serta perputaran hutang usaha.
  • Berapa perkiraan omzet usaha yang akan ditingkatkan? Disini perhitungan agar dilakukan hati2 dan setelah melakukan riset pasar, agar A telah menghitung secara benar. Yang utama diperhatikan adalah, apakah peningkatan omzet usaha tadi didukung oleh rencana pemasaran yang benar, serta apakah masih ada celah pasarnya.
  • Dari perhitungan perputaran persediaan ditambah dengan perputaran piutang (setelah peningkatan omzet) dikurangi oleh hutang usaha yang akan selalu ada, akan diperoleh besarnya tambahan kebutuhan modal kerja.
– Hitung Net Present Value, bahwa dari nilai laba+penyusutan dari tiap periode, dihitung dengan nilai sekarang. Mengapa yang dihitung laba+penyusutan? Karena penyusutan adalah nilai yang dihitung berdasar perkiraan penyusutan aktiva tetap, yang nilainya dari nilai aktiva saat pembelian dikurangi nilai sekarang, , yang sebenarnya nilai penyusutan ini tidak riil dikeluarkan, sehingga dalam perhitungan cash flow dihitung kembali. 

– Proyek investasi dinilai layak, apabila:

Net Present Value >0

B/C ratio >1

Internal Rate of Return> cost of equity

– Dari kebutuhan modal kerja tersebut, kemudian dikurangi dengan hutang pada pihak ketiga, apabila memang hutang pihak ketiga yang berupa hutang usaha tsb akan selalu ada. Misalnya untuk membeli stock barang dagangan, A diberi kesempatan membayar s/d saat barang tiba, atau selambat-lambatnya satu bulan. Karena harganya sama dengan jika membayar tunai sekaligus, akan lebih baik jika A mempergunakan kesempatan membayarnya sebulan kemudian. Uang yang ada bisa disimpan di Bank, yang akan memberikan bunga bulanan, dan A hanya mempergunakan uangnya jika diperlukan.

Yang perlu diperhatikan adalah, bahwa apapun pembiayaan yang akan dilakukan untuk meningkatkan omzet usaha, harus didasarkan atas perhitungan secara cermat, apalagi jika pembiayaan tadi menggunakan hutang pihak ketiga (bisa dari orang/perusahaan lain ataupun dari kredit Bank).

Dan juga harus memantau secara ketat, agar uang untuk tambahan modal kerja maupun untuk investasi, digunakan sesuai dengan tujuannya. Pemantauan ini juga termasuk pemantauan, apakah setelah tambahan investasi/modal kerja, omzet usaha sesuai dengan yang direncanakan (sesuai proyeksi cash flow)? Apabila tidak sesuai, maka A harus bekerja keras untuk menggiatkan pemasaran sehingga target bisnis dapat tercapai. Demikian juga pemantauan meliputi, apakah perputaran piutang masih wajar, jika makin banyak yang belum tertagih, segera tingkatkan penagihan. Juga perlu dilihat, apakah perputaran usaha A memang wajar sesuai usaha sejenis (baik jenis usaha maupun besaran usaha/skala bisnisnya).

Kemudian A harus memperhatikan, sebetulnya apa yang diperlukan? Apakah perlu untuk meningkatkan kapasitas produksi (menambah ruangan toko, gudang), atau untuk tambahan modal kerja karena toko yang ada dirasakan masih memadai. Hal ini sangat penting agar tak terjadi kesalahan dalam sumber dan penggunaan dana, yang berakibat pada mismatch pendanaan. Sebagaimana diketahui, untuk pembiayaan investasi yang diperlukan adalah dana jangka panjang, sedang untuk modal kerja adalah dana jangka pendek, karena perputaran usaha tidak sampai 1 (satu) tahun. Apabila terjadi kesalahan penggunaan dana, misalkan pembiayaan investasi menggunakan dana jangka pendek, apalagi mengambil sebagian modal kerja, hal ini dapat berakibat fatal karena modal kerja usaha akan terbatas, yang pada gilirannya A akan kesulitan likuiditas, jika sewaktu-waktu terjadi kenaikan permintaan akan barang.

Didalam pembiayaan lembaga bank sangat berperan sebgaia penghimpun dana, guna pembiayaan yang strategis.

Peranan Lembaga Bank Sebagai Penghimpun Dana Guna Pembiayaan Yang Strategis

Keberadaan lembaga bank sebagai salah satu lembaga yang memberikan sumber pembiyayan bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan dana, memiliki kedudukan yang sangat strategis dan potensial. Hal ini disebabkan karena, bank merupakan lembaga keuangan yang sangat dekat dengan masyarakan yang telah diberikan fungsi intermediasi oleh pemerintah untuk mempercepat pembangunan secara makro.
Adapun tujuan pemerintah secara mendalam, bertujuan untuk menciptakan manajemen keuangan perusahaan yang sehat dengan cara memberikan struktur permodalan. Sehingga keperluan jangka pendek benar-benar dibiayai dari sumber-sumber pembiayaan jangka pendek, sedangkan keperluan jangka penjang dibiayai dari sumber pembiayaan jangka panjang, karena pada hakekatnya

yang dimaksud dengan struktur permodalan adalah pencerminan dari perimbangan antara hutang jangka panjang dan modal sendiri dari suatu perusahaan. Selain itu, Perbaikan struktur permodalan dunia usaha merupakan keharusan untuk meningkatkan efisiensi dan memperkokoh daya saing perusahaan dalam menghadapi persaingan dalam era globalisasi.

Apabila meninjau pada peranan bank, maka bank dapat berperan menjadi bagian dari sistem keuangan dan sistem pembayaran suatu negara. Selain itu, di dalam era globalisasi, bank dapat berperan menjadi bagian dari sistem keuangan dan sistem pembayaran dunia. Oleh karena itu, apabila suatu bank telah memperoleh izin berdiri dan beroperasi dari otoritas moneter negara yang bersangkutan, maka bank tersebut menjadi milik masyarakat.

Keberadaan fungsi bank yang terkait dengan transaksi derivatif, maka secara langsung dan tidak langsung, telah memberikan kesempatan kepada para investor untuk memilih alternatif yang lebih luas untuk berinvestasi baik di aset riel, aset keuangan, maupun di instrument derivatif.
Terlepas dari fungsi utama bank untuk menghimpun dana dan menyalurkan dana dari dan kepada masyarakat, maka yang terpenting adalah keadaan nyata yang dapat dilihat pada perlindungan terhadap risiko yang timbul dalam perjanjian terkait dengan aktivitas bank dalam pelaksanaan fungsinya sebagai lembaga untuk menyediakan dan membiayai, seperti perkreditan, treasury, investasi, dan pembiayaan perdagangan.

Ada dua jenis pembiayaanyaitu :
1). Pembiayaan Ekuitas
Bisnis kecil atau bisnis yang baru masuk dalam tahap pertumbuhan hanya menggunakan pembiayaan ekuitas terbatas. Seperti halnya dengan pembiayaan utang, ekuitas tambahan seringkali berasal dari investor non-profesional seperti teman-teman, kerabat, karyawan, pelanggan, rekan kerja atau industri. Namun, yang paling umum, sumber pendanaan ekuitas profesional berasal dari modal ventura. Jenis pembiayaan ini adalah lembaga keuangan yang mau mengambil resiko dan mungkin kelompok orang kaya, sumber yang dibantu pemerintah, atau lembaga-lembaga keuangan besar. Kebanyakan mengkhususkan diri pada satu atau beberapa industri terkait erat. Industri teknologi tinggi di California Silicon Valley adalah sebuah contoh terkenal dari investasi kapitalis.

Venture kapitalis sering dilihat sebagai sumber keuangan yang menginvestasikan uang mereka kepada  perusahaan yang telah beroperasi selama tiga sampai lima tahun dengan potensi menjadi pemain besar dan memberikan keuntungan di atas rata-rata bagi para pemegang saham mereka. Venture kapitalis dapat meneliti ribuan potensi investasi setiap tahun, tetapi hanya berinvestasi pada beberapa saja. Kemungkinan penawaran saham publik sangat penting untuk usaha kapitalis. Manajemen berkualitas, kelebihan yang inovatif dan kompetitif, dan pertumbuhan industri menjadi pertimbangan utama venture kapitalis

Penanam modal yang berbeda memiliki pendekatan yang berbeda untuk manajemen bisnis di mana mereka berinvestasi. Mereka umumnya memilih untuk mempengaruhi bisnis secara pasif, tetapi akan bereaksi ketika bisnis tidak berfungsi sebagaimana diharapkan dan dapat menuntut perubahan dalam manajemen atau strategi. Melepaskan kebebasan pengambilan keputusan dan beberapa potensi keuntungan adalah kelemahan utama pembiayaan ekuitas.
2). Pembiayaan utang
Ada banyak sumber untuk pembiayaan utang: bank, tabungan dan pinjaman, perusahaan pembiayaan komersial adalah yang paling umum. Negara dan pemerintah daerah telah mengembangkan banyak program dalam beberapa tahun terakhir untuk mendorong pertumbuhan usaha kecil yang memberikan efek positif terhadap perekonomian. Anggota keluarga, teman, dan mantan rekan juga merupakan sumber-sumber modal potensial, terutama untuk kebutuhan modal yang lebih kecil.

Secara tradisional, bank telah menjadi sumber utama pendanaan usaha kecil. Peran utama mereka adalah sebagai pemberi pinjaman jangka pendek, jalur kredit musiman, dan pinjaman tujuan tunggal untuk mesin dan peralatan. Bank umumnya enggan untuk menawarkan pinjaman jangka panjang untuk perusahaan kecil.
Selain pertimbangan keadilan, pemberi pinjaman biasanya membutuhkan jaminan pribadi dari peminjam. Hal ini memastikan bahwa peminjam memiliki kepentingan pribadi yang cukup dipertaruhkan untuk memberikan perhatian penting bagi bisnis. Untuk sebagian besar peminjam ini adalah sebuah beban, tetapi juga sebuah kebutuhan.

pengerrtian konsinyasi menurut para ahli

Kegiatan penjualan merupakan kegiatan pelengkap atau suplemen dari transaksi, oleh karena itu kegiatan penjualan terdiri dari serangkaian yang meliputi, menemukan sipembeli ,negosiasi harga serta syarat-syarat pembayaran Dalam hal ini penjual harus menentukan kebijaksanaan dan prosedur yang akan diikuti untuk memungkinkan dilaksanakannya rencana penjualan yang telah ditetapkannya (Assauri, 1992 ).
Penjualan konsinyasi adalah pengiriman atau penitipan barang dari pemilik kepada pihak lain yang bertindak sebagai agen penjualan. Hak milik dari pada barang, tetap masih berada pada pemilik barang sampai barang tersebut terjual. Sistem penjualan konsinyasi ini dapat dipakai untuk penjualan semua jenis produk (Sugito, 1991:66). Dalam hubungan dengan penjualan konsinyasi, pemilik barang disebut pengamanat (Consignor), dan pihak yang dititipkan barang disebut sebagai komoisioner (Consignee/factor/Commission merchant).
Barang yang dikirim oleh pengamanat atas dasar penjualan konsinyasi disebut sebagai barang konsinyasi, sedangkan barang yang diterima oleh komisioner atas penjualan konsinyasi disebut sebagai barang komisi. Pada penjualan biasa, umumnya hak milik dari pada barang telah berpindah tangan jika barang telah diterima oleh penjual kepada pembeli, sedangkan pada penjualan konsinyasi hak

milik barang tetap berada ditangan pengamanat pada saat pengiriman barang, pengamanat tidak mencatatnya sebagai penjualan dan sebaliknya komisioner juga tidak mencatatnya sebagai pembelian. Hak milik baru berpindah tangan jika barang tersebut telah terjual oleh komisioner kepada pihak lainnya, pada saat ini pengamanat akan mencatatnya sebagai penjualan dan menimbulkan piutang kepada komisioner, sebaliknya komisioner akan mengakui sebagai pembelian atau pendapatan komisi atas penjualan barang konsinyaasi biasanya diatur antara pengamanat dan komisioner dalam kontrak perjanjian penjualan konsinyasi.
Utoyo (1991:67) mengemukakan bahwa pemilik barang atau pengamanat lebih suka menjual barangnya kepada agen atas dasar sistem konsinyasi dengan pertimbangan sebagai berikut :
1. Untuk memperluas daerah pemasaran suatu produk oleh pengamanat yang disebabkan beberapa hal antara lain :
a. Memperkenalkan produk baru, dimana masyarakat belum menhetahui produktersebut.
b. Untuk membuat devisi penjualan di suatu daerah adalah sangat mahal investasinya.
2. Produk-produk yang beraneka ragam dari pengamanat, dapat diserahkan kepada suatu agen yang mempunyai kekhususan dalam pengalaman penjualan suatu produk tertentu.
3. Pengamanat dapat mengendalikan (mengontrol) harga jual dari agen (penerima barang konsinyasi). Hal ini dimungkinkan karena agen hanya menjual dengan

harga yang telah ditetapkan oleh pengamanat dan agen hanya menerima komisi atas penjualan tersebut, tanpa mengambil keuntungan dari harga jual barang konsinyasi.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://www.hukumpositif.com/node/47

2. http://edratna.wordpress.com/2007/04/14/apa-perbedaan-dan-kegunaan-pembiayaan-untuk-investasi-dan-modal-kerja/

3. http://id.wikipedia.org

4. http://www.google.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s